Kuliah atau kerja?
Dua pilihan yang sulit untuk dipilih karena keduanya
memiliki keunggulan masing-masing. Kuliah memang bukan kunci kesuksesan, tapi
dengan kuliah seseorang mempunyai bekal lebih untuk mencapai target atau tujuan
hidupnya. Kerja atau bekerja adalah
kegiatan dimana suatu individu diharuskan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dari
tempat ia bekerja, kemudian mendapatkan upah berupa uang sebagai balas jasa dari
pekerjaan yang ia selesaikan.
Inti permasalahannya :
Sekarang ini aku mulai berfikir. Berfikir tentang planning
masa depan, mau jadi apa, kuliah atau kerja. Perasaan gelisah, cemas, takut juga
selalu aku rasakan entah itu takut memulai hidup mandiri, takut mulai mencari pekerjaan,
cemas tidak lolos seleksi masuk PTN dan masih banyak lagi.
Bimbang antara memilih kuliah atau kerja ini yang sangat
sulit untukku membuat keputusan akhir. Siapa sih yang engga mau lulus sekolah
langsung dapet kerjaan? Pasti semua orang punya keinginan tersebut dalam
hatinya. Kerja terus punya uang sendiri jadi ngga terus-terusan minta sama
orangtua (malu kan udah gede hihii)😁, lama-lama bisa bantu orang
tua secara ekonomi, dan membalas semua jasa-jasanya.
Tapi di satu sisi aku juga ingin menjadi seseorang yang
berpendidikan tinggi kemudian mengajar murid-murid di sekolah, Ya benar
cita-citaku ingin menjadi seorang guru. Tentu untuk menjadi guru seseorang
harus menjadi tenaga kerja terdidik kan?caranya yaitu dengan kuliah. Dan
disinilah banyak sekali hal yang harus aku pertimbangkan.
Kuliah itu memerlukan biaya yang tidak sedikit jadi cukup menguras keuangan di keluargaku yang serba berkecukupan. Ibuku memang berkata “Bismillah saja, Laa haula semoga diberi kemudahan oleh Alloh” seakan memberi dukungan untukku bisa kuliah. Tapi aku sadar untuk bisa sampai pada titik ini saja orang tuaku kerja keras banting tulang supaya aku bisa lulus SMA. Dan di usia nya yang kini semakin menua aku tidak tega kalau mereka harus terus bekerja keras bahkan lebih keras lagi untuk bisa membiayai kuliahku. Tiap kali mendengar nada Lelah dari mereka karena tenaga yang mungkin sudah tidak optimal lagi aku kadang berfikir, apa sebaiknya kerja aja ya? Biar mereka bisa istirahat juga meringankan beban keluarga.
Dan lagi, ada seorang kakak laki-laki yang
membuatku agak minder, kenapa? Dulu ia juga ingin melanjutkan ke universitas
tapi keinginannya harus pupus. Sebagai adik tentu aku memiliki perasaan takut
ia mengira kalau orangtuaku tidak adil memperlakukan anak-anaknya. Apalagi kakakku laki-laki yang seharusnya menjadi pertimbangan sebab kelak ia akan menjadi pemimpin keluarga dan tulang punggung keluarga. Itu juga
menjadi salah satu pertimbangan aku untuk kuliah.
“Kan ada banyak program beasiswa? “
“Kenapa gak ikut seleksi SBMPTN/ SNMPTN?”
Memang lulus jalur beasiswa adalah targetku. Tapi karena aku
tipe orang yang sering overthingking jadi “gimana ya kalo…, aku takut kalo…emangnya
bisa ya aku lolos…kalo gak lolos mau jadi apa aku?”
Rumusan akhir :
Bisa disimpulkan masalah yang saya hadapi ini adalah tantang
Kecemasan akan masa depan. Dan solusinya mungkin saya harus tetap optimis
meraih cita-cita dengan belajar yang sungguh-sungguh, memanfaatkan waktu di
usia muda ini dengan hal- hal yang bermanfaat, tetap produktif, dan jangan lupa
untuk selalu berdoa semoga Alloh meridhoi jalan yang akan aku tempuh.
Sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya…!!
Hak cipta gambar https://images.app.goo.gl/owzJUkEcFpdENwKs6
Comments
Post a Comment
Berikan komentar yang baik dengan bahasa yang sopan.